Kompetensi Seorang Ahli Spiritual Silahkan baca utk
anda yg niat jadi Paranormal (:
Tulisan ini dibuat karena banyaknya pertanyaan dan minat para
pembaca yang ingin berkecimpung di dunia paranormal. Sebenarnya
untuk menjadi seorang Ahli Spiritual itu sulit sulit susah,.....dan sekaligus
gampang gampang mudah..Kenapa bisa demikian ?
Dunia kebatinan adalah dunia yang sangat halus dan erat dengan
jiwa karsa seorang manusia. Di dalamnya banyak aspek art ( seni )
yang menentukan keberhasilan orang dalam upaya menjadi Ahli Spiritual
“sakti” atau paten.
Tidak beda dengan seorang pedagang / pebisnis ulung, atau seorang
pelukis maka menjadi dukun di”tuntut” memiliki kepekaan rasa /
sense / feeling yang mumpuni.
Dalam dunia spiritual sense yang amat diperlukan tersebut dikenal
dengan indra ke 6.
APA ITU INDRA KEENAM ??
Penulis berpikir kiranya tidak perlu menuliskan panjang lebar
mengenai indra satu ini, karena telah begitu banyak artikel
membahasnya. Dari mulai pengertian sampai kepada cara melatihnya.
Oleh karena itu saya mencoba menyajikan secara sederhana tentang
inti pengertian indra ke 6 dari sisi teknis praktek keparanormalan
sehari hari.
Indra ke 6 merupakan sebuah rasa, dimana rasa ini muncul bukan
karena 5 indra fisik , namun lebih ke indra batin. Secara umum indra ke
6 bisa bermanifestasi dalam berbagai macam bentuk, biasanya ada 3
– 4 yang dominan, yakni :
1. Visual
2. Auditorik
3. Sensasi di indra perasa ( kulit /
bulu kuduk )
4. Penciuman
Tiap orang akan menampilkan rasa yang lebih utama / dominan
sesuai dengan genetik “batin” yang dikandung, dan talenta yang diberikan
Tuhan. Genetik batin erat kaitannya dengan kadar berbagai hormon
dalam tubuh, salah satu dikenal dengan melatonin. Untuk itu jangan heran
ada murid cukup latian sekali langsung bisa atau ada yang latihan
puluhan tahun belum bisa atau kemajuan amat lambat. Ibarat kadar IQ
menjadi acuan kecerdasan seseorang, begitu pula kadar hormon –
hormon “batin” menjadi acuan seberapa besar potensi “kedukunan /
kesaktian batin / kegaiban” dalam diri seorang manusia.
Mereka yang memiliki garis keturunan orang sakti tentu secara
genetis diuntungkan. Karena selain secara fisik kadar hormon mereka
lebih siap – lebih banyak, tentu proses pembelajaran akan lebih cepat
karena dipandu secara teratur dan turun – temurun. Namun demikian
jangan berkecil hati bagi anda yang tidak ada latar belakang keluarga
sama sekali dalam dunia batin. Semua hal bisa dipelajari selama ada
kemauan dan kesungguhan hati, termasuk kebatinan. Banyak tokoh sakti
ternama yang berlatar belakang kelam pada masa masa sebelumnya,
baik sebagai preman, sekedar calo terminal, pemulung, pengemis, sampai
perampok dan pembunuh bayaran. Latar belakang keluarga mereka juga
jauh dari keparanormalan apalagi kebatinan.
Kita akan membahas satu per satu karakteristik indra ke 6, karena pada
dasarnya dunia batin / gaib adalah perluasan dari indra ke 6. Siapa bisa
menguasai dan memanfaatkan secara maksimal tentu akan memperoleh
manfaat terbanyak.
Visual :
Penampakan visual dalam arti di sini bisa berupa penampakan dalam
benak batin ( mata hati ) maupun penampakan gaib secara real yang
terlihat dengan mata fisik. Bisanya penampakan mata fisik lebih sulit dan
jarang terjadi dibandingkan mata batin. Dan utk sampai bisa menguasai
penampakan mata fisik biasanya harus melewati penguasaan mata batin
yang baik dan sempurna.
Penampakan visual dalam kebatinan bisa berupa pancaran cahaya –
cahaya dalam aneka bentuk dan warna. Berupa sinar...atau bisa saja
sekelebatan bayangan hitam yang hanya tampak sesaat pada ujung mata
anda. Bentuk lain bisa berupa kepulan asap,... bentuk bentuk seperti
“jubah” atau bahkan bentuk bentuk lain yang terkesan aneh serta janggal.
Pada intinya penampakan tersebut ada karena tangkapan indra batin dan
bukan karena kita sedang menghayal atau membayangkan sesuatu /
memvisualisasikan sebuah hal. Pada tahap awal, biasanya sedikit
kesulitan membedakan penampakan visual yang murni karena ada
fenomena gaib, atau sekedar halusinasi. Solusi hal ini salah satunya bisa
bertanya kepada mereka yang lebih berpengalaman hingga bisa di cross
cek lebih jauh.
Perlu kebijaksanaan dan sekaligus keyakinan akan apa yang kita
alami,...dengan berjalannya waktu, seiring jam terbang latian,..maka kita
akan semakin dewasa dan mampu membedakan mana halusinasi,
imajinasi, sugesti dan fenomena gaib sebenarnya.
Pada tahap lanjut bagi murid murid yang telah mahir, kemampuan melihat
gaib sudah sama halnya melihat dengan dunia fisik di lingkungan sekitar
kita. Dalam arti bukan lagi melihat tv hitam – putih atau sekelas dvd
bajakan belum ori (: ... melainkan 98 % sama dengan alam
fisik dimensi manusia dengan kualitas tayangan HD. (:
Auditorik :
Dalam pembelajaran kebatinan umumnya ketika siswa / murid telah
menguasai penglihatan gaib ( “terbuka mata batin” ) / maka pelajaran
selanjutnya adalah menurunkan frekuensi pendengaran serendah
mungkin. Hal ini berguna agar mampu menangkap gelombang –
gelombang suara di luar range manusia normal. Dengan meditasi
teknik tertentu dimungkinkan menurunkan gelombang otak sampai ke
level alfa atau delta bahkan tetha.
Mampu kah manusia mendengar suara gesekan setetes air di tembok
kamar saat meditasi ? sekedar mendengar suara semut berjalan di
lantai ? atau bahkan berkomunikasi dengan hewan ? Silahkan
tanyakan hal hal ini kepada praktisi kebatinan senior di lingkungan
anda. (:
Setelah mampu melihat dan mendengar suara gaib, diharapkan siswa
telah mampu berkomunikasi kepada sosok sosok gaib / khodam
secara lebih baik dan efektif. Kedua skill set di atas amat penting agar
jangan sampai salah tangkap dan salah tafsir ketika melakukan
kontak batin dengan khodam atau dengan manusia lain ( telepati ).
Kedua hal itu pula menjadi pondasi dasar teramat penting utk
pengembangan ilmu selanjutnya baik ilmu khodam, terawangan, raga
sukma sampai kepada pecah raga.
Seperti kemampuan visual,...maka kepada mereka yang telah banyak
jam terbangnya ...mendengar suara batin / gaib bisa sama jelasnya
dengan suara fisik. Bahkan seolah mereka bukan lagi mendengar gaib
dengan batin / hati, namun dengan telinga fisik itu sendiri layaknya
dalam kehidupan sehari hari.
Sensasi di indra perasa kulit :
Sensasi ini sebenarnya lebih keren di sebut sebagai SIR ...........
dalam pembelajaran batin sudah tidak asing penggunaan sir ini.
Secara teknis sir adalah perasaan bulu kuduk meremang / merinding
dan sensasi yang terasa sangatlah khas. Mirip seperti ketika anda tiba
tiba ketakutan saat berada dalam sebuah tempat gelap seorang diri.
Tips membedakan sir objek gaib (interaksi aura gaib) dengan
ketakutan alamiah adalah sbb :
Bila anda memikirkan hal hal menyeramkan sesaat sebelum bulu
kuduk berdiri, biasanya itu adalah ketakutan secara natural dan lebih
ke aspek fisik belaka. Sebaliknya apabila anda dalam kondisi tenang
dan tidak takut secara alamiah, bahkan mungkin sedang asik
mengerjakan sesuatu ( misal bekerja di kantor seorang diri saat
pegawai lain telah pulang)...lalu tiba – tiba bulu kuduk meremang /
berdiri. Nah itu bisa dikatakan 99 % sir. Artinya ada interaksi tubuh
anda dengan dimensi gaib. Interaksi itu tertangkap batin anda dan
mengejawantah dalam bentuk bulu kuduk berdiri tadi.
Radar setiap insan terhadap pesan gaib atau gelombang gaib
berbeda beda. Ada yang lebih peka di mata, auditorik, termasuk di sir (
indra kulit ). Bila mana sampai demikian pada cerita di atas, dimana
sir terasa sangat kuat, bulu kuduk meremang... itu biasanya ada sosok
gaib sangat dekat dengan anda...... ( sekitar 3 m, bahkan kurang
(:... so yang sering pulang larut malam di kantor...sekarang
uda tau kan kenapa (: Mungkin dibenak anda timbul
pertanyaan ? trus gimana kl ketemu situasi spt itu ? (:
silakan kontak kami aja..karena kami tidak ingin membahas lebih jauh tips
nya di artikel ini (:
Sir memiliki keunggulan tertentu dalam mendeteksi fenomena gaib,
khususnya kehadiran sosok sosok gaib. Kendati tidak “sejelas”
penglihatan batin visual dalam “melihat objek gaib”...namun sir yang
telah terasah baik mampu secara otomatis mendeteksi kehadiran
khodam. Hal ini menyebabkan orang yang memiliki sir sempurna akan
tetap mampu mendeteksi hodam kapan pun dimana pun ( kecuali saat
tidur – utk para master tingkat atas, mitosnya bahkan ketika tidur pun
mereka bisa mengetahui tatkala sir mereka mendeteksi khodam /
serangan ).
Rasa sir menjadi alarm tersendiri bagi pemiliknya akan kehadiran
“pihak” lain disekitar. Ibarat early warning sign, maka sir selalu dapat
diandalkan dan tidak mudah tertipu dengan trick trick dari para khodam
itu sendiri. Walaupun hodam bersembunyi di sebuah objek misal
sebatang pohon atau bersembunyi di atas plafon atap, maka selama
ada interaksi / kontak prana hodam dengan si pemilik sir tentu akan
terdeteksi. Sir juga memiliki batas jangkauan yang berbeda beda tiap
orang. Makin ahli, maka luas covered area kepekaan otomatisnya
semakin luas.
Penciuman :
Mereka yang memiliki kepekaan batin pada area penciuman akan mampu
mendeteksi kedatangan sesosok khodam melalui bau bauan di udara.
Wangi atau bau - bauan tersebut bisa berupa berbagai macam kembang :
melati, mawar, kantil, aneka rokok atau lisong,.... sampai kepada bau yang
kurang sedap semisal bau kecut bahkan bau bangkai busuk.
Umumnya wewangian tersebut dapat menjadi acuan “identitas” sosok
khodam yang hadir. Khodam khodam gelap dan bermaksud jahat biasanya
bersifat agresif dan bahkan berbau menyengat. ( kehadiran sosok
gunderuwo seringkali diikuti dengan bau bangkai ). Berbeda dengan
khodam khodam putih yang memiliki kemampuan pengasihan biasanya
bersifat harum dan lebih lembut karakternya.
Dari uraian diatas kembali ditekankan bahwa untuk menjadi seorang
paranormal, amatlah penting mengasah dan memiliki kepekaan batin /
indra ke enam. Sukur – sukur apabila kepekaannya merangkap 4 aspek
tersebut ( visual , pendengaran, kulit dan penciuman ),... Fakta dilapangan
menguasai 2 – 3 aspek saja sudah bagus... (:
Dalam pengertian terbalik, bila ada orang menguasai satu aspek indra
batin, artinya dapat dibilang orang tersebut telah memiliki indra ke enam.
Dimana secara batiniah dia mampu menangkap sinyal sinyal gaib melalui
indra batin yang aktif tersebut.
Perluasan Indra ke 6 – Hati / batin :
Sebenarnya di luar ke 4 aspek indra batin yang telah kita bahas di
atas,..masih ada lagi satu aspek indra ke enam yang teramat penting,......
yakni kepekaan rasa / hati / batin.
Dengan berbagai teknik olah rasa / olah batin dan meditasi atau ritual
tirakat tertentu,..biasanya kepekaan batin akan muncul seiring porsi latian
dan jam terbang.
Kepekaan ini bersifat amat halus, karena bersumber dari kalbu di dalam
hati. Jauh dilubuk dan relung perasaan terdalam.
“Indra” yang satu ini lebih berpusat di cakra jantung, dimana kontemplasi
mendalam yang memfokuskan diri ke perasaan atau kalbu akan
meningkatkan sensitivitasnya.
Dalam diri orang yang terlatih baik, indra ini memungkinkan lahirnya
feeling dan intuisi yang semakin peka. Seolah oleh bisa “membaca” masa
depan dan masa lalu dari sebuah peristiwa. Menebak berbagai hal,... dan
kepada hal hal yang bersifat penerawangan.
Indra hati ini bekerja sama dengan indra visual sehingga memungkinkan
orang untuk melihat hodam/ hal hal gaib. Bila seseorang melihat gaib
dengan mata fisik tertutup, artinya ia lebih mengandalkan fungsi dari
mata hati. Sebaliknya apabila melihat hodam dengan mata fisik terbuka,
artinya ada koordinasi sangat baik antara kepekaan indra visual ( jg mata
fisik ) dengan indra hati / perasaaan.
**Bagi mereka yang sangat ahli / berbakat dibidang visual batin,..bahkan dimungkinkan
melihat hodam murni hanya mengandalkan mata fisik belaka ( mata terbuka ) tanpa
keterlibatan indra hati / batin / perasaan sama sekali.
Kendati demikian bukan berarti feeling hanya bisa dicapai dengan latihan
di cakra jantung. Mereka yang berlatih di cakra ajna pun dapat saja
memiliki kepekaan batin dan seolah olah memiliki kebijaksanaan utk
mengetahui hal hal yang akan terjadi, dimana intuisi dan insting menjadi
amat tajam.
Kita kembali ke topik awal, mengenai kompetensi lain utk menjadi orang
“pintar” (:
Selain hard skill diperlukan juga soft skill khusus agar anda pantas
menyandang gelar orang sakti (:
1. Keberanian
Pernahkan anda bertemu / mendengar cerita seseorang dengan
tangan kosong berani menghadapi keroyokan preman berjumlah 5
orang atau lebih, bahkan mungkin diantaranya menggunakan
senjata, namun ketika melewati areal pekuburan lari tunggang
langgang ???
Atau justru orang berani seorang diri berhari hari di sebuah makam
keramat terpencil, tapi ketika berhadapan dengan orang lain
cenderung takut ???
Itulah kenyataan yang terjadi, dan dalam kebatinan justru orang
kedua memiliki chance keberhasilan lebih tinggi dari pada orang
pertama.
Bila anda ingin menjadi dukun top, urat takut anda terhadap hal hal
gaib harus sudah putus. Jangankan ke makam sendirian pada
malam jumat kliwon, tidur dalam gua terpencil gelap gulita pun
harus sudah terbiasa. Bukan hanya rasa takut terhadap jin jin dan
hodam hodam getanyangan yang perlu di eliminasi. Namun juga
terhadap ancaman binatang buas / berbisa ketika ritual ekstrim
dilakoni, semisal daerah hutan, gua, pegunungan, sampai gua gua
dalam karang di pesisir pantai. Dimana terkadang untuk masuk ke
dalamnya perlu menyelam / merangkak terlebih dahulu.
*Akan menjadi hiburan tersendiri bagi praktisi kebatinan apabila menyaksikan
seorang dukun “sakti” yang ketakutan berada di makam angker (:
Rasa takut tidak mungkin dihilangkan, karena itu merupakan basic
instinct manusia secara kodrati. Kita hanya perlu melatih
mengendalikan rasa takut itu. Pengendalian terarah akan
meningkatkan rasa percaya diri, selanjutnya jam terbang menuntun
pemahaman kepada hakikat kita bagai butiran pasir di alam
semesta nan besar.
Ujian mental kepada para murid biasa dilakukan sang guru secara
bertahap,sesuai tingkat keberanian masing masing. Ketika telah
tiba waktunya, sosok ekstrim aneka jin dengan bentuk dan rupa
menyeramkan akan dimunculkan dan dipertemukan kepada sang
murid. Seringkali sosok itu begitu menyedihkan sekaligus
menjijikan atau sangat amat menyeramkan, sehingga serasa anda
ingin menelan kepala anda sendiri......
Ketika beberapa step ujian berhasil dilewati, maka akan lahirlah
keberanian yang mumpuni untuk menghadapi berbagai bentuk
cobaan real di lapangan. Bukankah sudah semestinya manusia
hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ?
Bagi anda yang bernyali kecil akan hal hal gaib,...jangan
bersedih...lawan lah rasa takut itu dan kendalikan !!!,...selama
berupaya dan yakin tentu akan ada peningkatan keberanian. (:
2. Ketenangan
Ini bukan sama sekali berarti semua dukun bersifat pasif dan tidak
agresif. Sama sekali bukan itu, banyak dukun jago yang sifatnya
unik dan menjurus ke tempramental. Namun demikian tentunya
tidak setiap saat dukun tersebut mengumbar emosi dan
amarahnya.
Tenang tidak identik dengan lamban dan pasif, namun tenang lebih
kepada penguasaan diri akan situasi lingkungan dan juga
bagaiman cara menanggapi stimulus external tersebut. Padi
semakin berisi maka semakin merunduk, begitu pula biasanya
orang yang berilmu tinggi akan cenderung kalem dan tidak senang
untuk menyombongkan diri. Karena ketika telah mencapai tahap
tertinggi, dia akan menyadari bahwa sesungguhnya semua
hanyalah kosong.
Back to reality...(:
Sikap tenang akan banyak menguntungkan bagi seorang praktisi
kebatinan maupun tenaga dalam, hal ini ibarat anda memancu
kendaraan di tol dengan kecepatan konstan,..misalnya 80 km/jam.
Dengan kondisi tenang dan stabil, aura & power tubuh tidak cepat
terkikis habis karena emosi yang tidak terkontrol.
Tenang juga bukan berarti malas untuk bergerak. Hampir semua
teori perilaku dan nasehat orang bijak menyarankan kita bersikap
tenang dalam menghadapi situasi apa pun. Nah nasihat itu kiranya
sangat bermanfaat dalam mengolah kebatinan.
Semakin lama seorang berlatih kebatinan, sikap tenang semakin
dalam, karena pengaruh hormon internal semakin banyak akibat
meditasi / tirakat yang dilakukan.
Sikap tenang memungkinkan pancaran aura lebih konstan dan
halus. Juga memungkinkan praktisi menyimpan lebih banyak
power dibandingkan mereka yang beraliran “panas”...
**Pada beberapa aliran, dan pada beberapa jenis keilmuan bahkan tanpa sikap
tenang, ilmu yang telah ada dalam diri praktisi tidak bisa dipraktekan atau
dimunculkan.
3. Disiplin & Komitmen
Kiranya untuk berhasil dibidang apapun disiplin menjadi syarat
mutlak dan tidak bisa ditawar lagi. Begitu pula dalam melatih
kebatinan. Layaknya mereka yang berlatih bela diri kungfu, seperti
legenda Bruce Lee, seperti itu pulalah beratnya porsi latihan dalam
memaksimalkan potensi kebatinan.
Penulis telah bertemu begitu banyak orang yang memiliki potensi
daya batin tinggi / berbakat secara gaib, namun gagal hanya
karena tidak mampu mendisiplinkan diri. Latihan
seenaknya,....kalau inget saja,....atau seperlunya saja.....
Sesuatu yang on dan off seperti itu tidak akan maju dengan pesat.
Perkembangan berjalan lambat ibarat kura kura di kutub selatan
yang bermimpi main ke kutub utara (:
Penting tidak hanya disiplin soal latian, intensitas dan porsi,
melainkan juga soal waktu.
Banyak jenis jenis tirakat batin yang amat sangat memerlukan
disiplin tinggi. Malah pada esensinya latihan kebatinan adalah
latihan kedisiplinan mental, spiritual. Siapa yang bisa
mengendalikan diri, ego dan napsunya tentu serta merta akan
mengalami quantum leap dalam semua potensi batiniah.
Komitment, artinya sadar dan terus berusaha menjalani apa yang
telah menjadi pilihannya. Menjadi paranormal top bukanlah cita
cita yang gampang,..... sebaliknya bagi mereka yang komit dengan
jalan hidup praktisi kebatinan, hal itu jg bukan merupakan sesuatu
yang sulit
Komit artinya sadar dengan segala tanggungjawab yang terjadi
dengan latihan kebatinan dan “profesi”sebagai paranormal. Tanpa
komitment maka sebuah disiplin diri akan kehilangan makna
sehingga menjadi sebuah rutinitas biasa, bak robot dan mesin
otomatis.
Namun komitmen tinggi akan menjadi bahan bakar yang terus
menyala dan memberikan “energi” semangat bagi para
pemeganngya. Ia kan terus membimbing menuju level lebih tinggi
dan memaksimalkan mereka mereka yang teguh memegangnya.
Tentu tidak bisa hari ini komit menjalani latihan berat selama
beberapa bulan... lalu ternyata 2 minggu kemudian berubah
komitment ingin menjadi orang awam saja. Hari ini A besok
B,...orang dengan tipe seperti ini tidak akan berhasil. Tidak hanya
dalam kebatinan, ..bahkan dalam dunia politik pun sikap seperti ini
hanya akan memunculkan komedi konyol menggelikan.... (:
Akhir kata,...bila anda tidak sanggup untuk mengekang diri, tidak
mau cape...hanya cari short cut....mau terima beres dan enak...
semua serba instan..maka lupakan lah cita cita anda menjadi Ahli Spiritual.
Hal ini bukan menafikan cara cara cepat dalam
pembelajaran...atau bahkan lompat materi untuk mempercepat
proses belajar. Namun sikap mau enak tanpa usaha hanya akan
melahirkan paranormal kelas teri yang seringkali berakibat fatal
dan menjadi aib bagi praktisi kebatinan sesungguhnya.
Komit dengan profesi sebagai paranormal,,jg artinya anda harus
bersiap dengan segala tekanan sosial. Bisa datang dari
rekan,..sahabat karib. ....pasangan,..keluarga bahkan orang tua
sendiri. Hal ini karena tidak semua elemen masyarakat bisa
menerima profesi paranormal. Banyak yang salah kaprah dan salah
persepsi. Ditambah dengan praktik praktik oknum dukun
hitam..memperparah corat marit konotasi paranormal di tengah
masyarakat. Komitmen baik dan stabil akan membantu anda
berada dalam “badai” tersebut, dan akhirnya menunjukan kepada
dunia siapa anda sebenarnya. (:
4. Minat dan Hobi
Ada perbedaaan besar antara mereka yang melakoni kebatinan
sebagai hobi dan memang berminat ( bahkan sejak kecil )...dengan
orang2 yang sekedar melakukan karena “tuntutan” hidup /
ekonomi.
Mereka yang tidak berminat serius, melakukan kedisiplinan
hanyalah sebuah rutinitas. Beda dengan mereka yang memang
hobi hal hal gaib dan sesuatu yang bersifat batin. Tanpa “paksaan”
pun mereka akan dengan senang hati melakukan tirakat – tirakat.
Mereka berusaha dalam tiap kesempatan untuk membicarakan hal
hal gaib ( tentu liat situasi ),..mencari referensi,...membaca
artikel...termasuk berburu tempat tempat angker untuk
meningkatkan kepekaan dan melatih daya batin.
Mereka secara perlahan lahan berinteraksi dengan orang – orang
yang memiliki hobi sama, yakni kebatinan. Hal ini karena secara
cosmic,...universe membantu orang orang tersebut saling
“bertemu” dan berhubungan. Seringkali sebuah pertemuan seolah
olah memang sudah diatur dari atas, dan jodoh antara murid -
guru kerap kali sudah di”tentukan” Yang Maha Kuasa.
Untuk praktisi kebatinan, perjodohan semacam itu sudah bukan hal
aneh lagi. Dimana pertemuan tiba tiba dalam situasi yang bahkan
tidak memungkinkan bisa saja terjadi.
Minat dan hobi pada akhirnya sangat menentukan kualitas
komitmen itu sendiri. Bagi mereka yang hobi, ada tidaknya pasien /
klien tidak akan menjadi patokan pembelajaran. Berapa pun besar
tarif / fee yang didapatkan tidak menjadi kendala. Sekali lagi
karena semua itu dilakukan dengan hati,...hobi lah yang berperan.
Seringkali praktisi kebatinan tidak mendapatkan bayaran sepeser
pun atas jerih payahnya menolong orang. Pada beberapa kasus
bahkan sebenarnya mereka nombok untuk melakukan usahanya.
Paranormal yang tidak berorientasi materi, uang khususnya tentu
memiliki filosofi sendiri terhadap peran keparanormalannya.
Kerap kali masyarakat tidak pernah tau dan paham,..bahwa utk
sebuah usaha batin misalnya dalam pengobatan korban santet...
terkadang diperlukan upaya amat berat dan melelahkan,...belum
lagi resiko yang harus ditanggung si penyembuh. Dari mulai
ancaraman serangan balikdukun musuh, sampai ancaman fisik
dari musuh si klien itu sendiri.
Beberapa usaha memerlukan bakaran / peralatan ritual seperti
kemenyan, buhur, madat, apel jin, minyak apel
jin,..dupa,..hio...dll....... sampai kepada kembang, kopi, teh, susu
dan aneka buah.
Namun sekali lagi,...utk beberapa penyembuh /
paranormal...mereka tidak ingin meribetkan dan memusingkan
pasien dengan semua persiapan itu. Mereka hanya ingin
secepatnya membantu dan memberikan solusi seefektif mungkin
tanpa perlu menambah beban pikirian pasien.
Resiko karena “terlalu” tulus terkadang hanya lelah dan cape yang
diterima,..tanpa ada rasa penghargaan memadai dari pasien.
Sekali lagi mungkin karena pasien tidak pernah tau seberapa capek
dan sulitnya jadi juru sembuh (: ( bukan curcol ya (: )
Kembali lagi ke topik,...karena hobi...semua keadaan di atas tidak
menyurutkan semangat praktisi yang memang benar benar minat
dalam dunia batin.
Jangankan bayaran dan kelelahan upaya fisik - batin,...resiko
taruhan nyawa pun kerap dilakoni........ demi sebuah kata HOBI.
5. Integritas
Last but not the least....Aspek kelima ini mungkin jadi salah satu
yang paling penting dari keseluruhan kompetensi. Apalah
jadinya anda menjadi orang paling sakti sedunia tapi
kehilangan integritas. ??
Integritas artinya walk the talk..... ada kesesuaian antara
ucapan dan perbuatan. Tanpa aspek ini tidak akan timbul trust.
Tanpa trust apalah artinya sebuah hubungan relasi yang
terbentuk antara paranormal dengan kliennya.
Penulis pernah kenal dengan orang sakti dan berbakat,.... bisa
melakukan berbagai hal gaib dan membuat orang berdecak
kagum. Tapi apa kabarnya hari ini ?? ...sayang sekali tetap
terpuruk dalam ekonomi dan masalah sosial.,..... semua orang
dekat di sekelilingnya dianggap “musuh” / saingan.... bila pun
tidak demikian, orang – orang tersebut lebih memilih tidak
kenal dan tidak bergaul dengan dirinya. Bahkan anggota
keluarga dan orang tuanya sendiri. Sungguh merupakan sebuah
ironi...... sekali lagi apalah artinya kesaktian dan bakat unggul
tanpa integritas diri.
Merubah kemampuan dan kesaktian menjadi pendapatan
dalam dunia paranormal pun bisa menjadi masalah. Lagi lagi
hal ini karena tidak adanya integritas dan profesionalisme
dalam mengolah job / tawaran pekerjaan yang datang kepada
paranormal itu sendiri.
Salah satu pengejawantahan integritas adalah tepat janji.
Jangan lah berjanji kepada klien bila engkau memang tidak
yakin bisa memenuhinya. Lebih baik berkata apa adanya dan
segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi dari pada
memenuhi janji / angan2 palsu,..lalu jatuh menjadi kekecewaan
bahkan kebencian.
Posisi apapun,..profesi apapun,....peran dan tugas apa pun yang
diemban setiap insan dalam kehidupan ini harus dijalani
dengan landasan integritas. Sebagai Ahli Spiitual jadilah Ahli Spiritual yang
baik,..sebagai HRD jadilah HR yang qualified. Sebagai akuntan
jadilah akuntan yang jujur dan kredibel. Sebagai pedagang
jadilah pedagang yang profesional dst dst......
Tanpa integritas, lagi lagi semua akan sia sia...karena tidak
akan ada yang percaya kepada diri kita. No trust ... No
Hope.......
-------------------------------------------------
Sebagai penutup, skill set yang telah kita bahas di atas baik berupa soft
maupun hard skill, baik telah dimiliki sejak lahir maupun sengaja dilatih
hanyalah merupakan sebuah equipment. Utamanya utk hard skill, hal itu
hanya bersifat membedakan dengan orang awam. Dimana orang awam
bersifat pasif dan tidak peka secara batin, sedangkan mereka yang telah
memiliki kepekaan indra ke enam dikategorikan telah aktif secara batin.
Banyak dalam kehidupan sehari hari orang awam yang memiliki power
batin atau tenaga dalam atau bahkan keduanya, namun hanya bersifat
pasif karena tidak memiliki indra ke enam. Mereka kesulitan dalam
memanfaatkan power tersebut karena keterbatasan radar gaib dalam
dirinya.
Sebaliknya banyak pula mereka yang memiliki indra keenam sangat baik,
sehingga radar gaib / batin mereka sangat sensitif, namun tidak cukup
memiliki power. Mereka tidak mengerti bagaimana cara mengumpulkan
prana batin atau tenaga murni. Untuk itu kendati masuk dalam kategori
aktif,...mereka akan mengalami banyak kesulitan ketika berhadapan
dengan hal hal gaib. Ini sama saja tentara yang memiliki keahlian
menembak sangat baik, namun apa daya di tangan hanya ada sebilah
bambu.
Terbaik adalah bila mana kekuatan bertemu dengan keterampilan,....
ditangan merekalah banyak keajaiban bisa dimunculkan.
Untuk Konsultasi, Pagaran Ghoib Diri, Rumah, Kantor dll.
Kena Santet, Pelet, Menetralisir Rumah, Kantor, Pabrik dll.
Pengobatan medis maupun non medis dan Pelatihan Contact Person :
SMS/WA Sekretariat Ruqyah :
Ustad Amir : 0823-1843-7972
Ki Sastra : 0895-4226-63338
Kang Rizal : 0838-2943-9796
Kang Heri : 0819-1555-9389
Kang Deni : 0857-4974-8189
Kang Saripudin : 0812-9758-5998