Senin, 20 Januari 2020

Mekanisme Para Pawang Hujan Bekerja


Mekanisme Para Pawang Hujan Bekerja


BAGAIMANA METODE PAWANG HUJAN
BEKERJA ???

Penulis yakin pertanyaan tersebut sedikit banyak pernah terlintas di
benak saudara bukan ? (: Coba anda cari jawabannya di ribuan artikel
yang tersedia di internet...... apa menemukannya.....? (: saya yakin
nihil atau tidak memuaskan jawabannya.... paling banter hanya dibahas
mantera yang digunakan,,,.... atau bahkan fee jasa yang ditawarkan
Hehehe tidak ada yang mau mencoba menjelaskannya secara
komprehensif dan menyentuh inti metoda.

Baiklah, bermuara dari ketidakpuasan tersebut, saya mencoba
menuliskan artikel di bawah ini semata-mata hanya bermaksud
menjawab pertanyaan dasar di atas. Selain memuaskan rasa penasaran
pembaca sekalian, semoga bisa bermanfaat untuk yang awam maupun
mereka yang tertarik memperdalam keahlian khusus tersebut di masa
mendatang.
Please enjoyyyy.....

Sering orang awam mengatakan bahwa menahan hujan itu
tidak mungkin,..yang ada adalah menyingkirkannya ke tempat
lain / memindahkan. Apakah benar hal itu sepenuhnya ? 

Hujan memang rahmat dari Alloh SWT yang diberikan kepada mahluknya di bumi
coba bayangkan jika hujan selama beberapa bula tidak turun... apa yang terjadi ?
Namun demikian juga terkadang manusia selalu memiliki ego ?
Jika memiliki maksud dan tujuan misalnya Ada acara Hajatan, Event Dll
dan kebetulan pada musim penghujan...
Pastilah Aksi Para Pawang dibutuhkan (:

Para pawang hujan mungkin akan tersenyum mendengar jika ada yang mengatakan
menahan hujan itu tidak mungkin....
Sebenarnya dari sisi ilmu kebatinan dan kaca mata pawang
hujan,...menahan hujan itu bisa – bisa saja. Cuma masalahnya adalah
berapa lama. (:

Bagi yang bermukim di Pusat Kota... coba anda ingat2...bilamana
pertengahan ada event di tiap tahunnya, berkaitan dengan ultah suatu Kota tau Kabupaten,
senantiasa digelar perhelatan bukan ? .... Di sana banyak di
buka open galery dan stand – stand yang berada di lapangan terbuka alias
out door...tentunya kalau hujan akan runyam bukan ? (:

Nah perhatikan coba, area sekitar khususnya pada Hajatan Perkawinan.... berapa kali selama
acara tersebut berlangsung ( biasa Hajatan Perkawinan bulan tertentu sesuai dengan Kepercayaan orang dahulu ) hujan
turun... Lebih detail lagi kalaupun turun...berapa lama durasi dan kapan
terjadinya (:.. apa hanya malam saja ?? coba bandingkan
dengan daerah lain sekitarnya ketika periode Hajatan Perkawinan itu
berlangsung..... saya jamin tentu anda akan menemukan fenomena
tersendiri (:

*Untuk cerita fenomena Hajatan Perkawinan, mohon maaf penulis tidak bisa bercerita lebih jauh
karena satu dan lain hal. – kode etik

Coba juga anda perhatikan ketika seorang kepala negara negeri kita
tercinta ini sedang ada acara kenegaraan besar, misalnya pertemuan
antar kepala negara..... atau ada kunjungan resmi lainnya.... perhatikan
kondisi cuaca sesaat sebelum acara berlangsung juga ketika acara
berlangsung...tentu anda akan menemukan fenomena menarik.
Khususnya ketika acara di gelar di musim penghujan (:
terlebih bila dihelat di sebuah kota berjuluk Rain City (:

Kembali ke topik awal.....
Jadi tidak benar bahwa hujan selalu dipindahkan ke tempat yang
lain,...seringkali dalam banyak kasus ketika opsi memindahkan hujan
sudah tidak mungkin, menahan adalah jalan satu – satunya. Pawang
hujan profesional akan melakukan apapun dalam melakukan
tanggungjawabnya demi kelancaran hajat si klien, walaupun hal itu
terkadang “ditebusnya” teramat mahal. ;)


Bagaimana bentuk kerja sama dan perjanjian dengan Pawang Hujan ?
Sistem fee biasanya ada dua bentuk :

1. Sistem kepercayaan : Klien telah percaya sepenuhnya kepada
    sang pawang dan memberikan sejumlah dana yang telah
    disepakati bersama. Dana diserahkan secara full beberapa hari
    sebelum hajat dilakukan.
2. Sistem perjanjian : Klien mengajukan syarat kepada sang
    pawang mengenai pelunasan pembayaran. Misalnya untuk
    proyek menahan hujan selama 3 hari. Apabila selama 3 hari
    hujan di lokasi tidak turun sama sekali maka klien sepakat
    membayar full setelah acara selesai. Apabila turun satu kali
    hujan maka pembayaran 50 % dan seterusnya. Biasanya pada
    sistem ini pembayaran DP diberlakukan sebelum hajat
    dilakukan. Klien yang serius sering kali menyertakan surat
    pernyataan bermaterai dalam kerja sama ini.



Apa sih prosedur yang dilakukan pawang ketika ada order ?

1. Mempelajari waktu dan lokasi yang menjadi target :
    Apakah termasuk musim penghujan, hari libur atau weekend,
    apakah di pusat kota atau di tengah kampung, apakah ada gunung
    atau pegunungan di sekitar lokasi, atau justru mendekati daerah
    pantai.

    Hal – hal di atas menjadi perhatian bagi pawang karena banyaknya
    pertimbangan yang berpengaruh terhadap keberhasilan usahanya.
    Contoh : ketika hari sabtu – minggu akan cenderung lebih banyak
    acara hajat dilakukan dalam waktu yang kurang lebih berbarengan,
    hal ini bisa menguntungkan atau merugikan tergantung lokasi
    hajat tersebut saling berjauhan atau justru berdekatan. Acara hajat
    yang berdekatan di sebuah area cenderung positif karena sang
    pawang bisa “bekerjasama” dengan pawang hajat tetangganya
    tersebut.

    Apabila cenderung berjauhan namun masih berada di lokasi yang
    sama ,lebih banyak menjadi ancaman karena otomatis semua
    pihak berusaha mati matian agar awan tidak berkumpul di atas
    tempat acara. Biasanya bila terjadi demikian dan proses
    komunikasi maupun negosiasi diantara sesama pawang deadlock,
    maka “pertarungan”tidak terelakan lagi hehehehehe.... Layaknya
    hukum rimba, maka sang kuat dialah yang menjadi pemenang (The
    winner takes it all), walaupun faktor keberuntungan bisa juga
    bermain. Faktor itu adalah arah angin.

2. Survey lokasi secara langsung ( optional ) :
    Bagi pawang yang sangat ahli mungkin saja hal ini tidak perlu
    dilakukan, terlebih apabila ia telah mengenal daerah target dengan
    sangat baik. Namun demikian beberapa paranormal akan
    menyempatkan diri meninjau lokasi secara langsung, selain
    memantau dan menyelidiki medan sekitar, hal ini juga dapat
    digunakan sebagai acara “silahturahmi” kepada penguasa gaib
    setempat, terlebih apabila hajat dilakukan didaerah yang terbilang
    wingit ;) seperti tempat tinggal sekitar makam keramat, situs –
    situs tertentu, atau bahkan tempat tinggal seorang tokoh spiritual
    besar.


Persiapan Pawang Hujan pada hari “ H” :

Untuk hajat besar dimana sedikit kesalahanpun tidak boleh terjadi, biasanya
pawang akan meminta disediakan sebuah kamar / ruangan khusus
sebagai tempat Ybs melakukan ritual. Keberadaan sang pawang di
sebuah lokasi amat berpegaruh terhadap keseluruhan proses. Namun
bukan berarti harus selalu demikian. Seorang pawang bisa saja
menyingkirkan hujan di sebuah acara pesta di Bandung sedangkan dirinya
sedang berada di Sumedang. Efeknya pun seketika dan seolah tidak
berpengaruh terhadap posisi keberadaan dirinya. Kendati begitu, proses
kerja jarak jauh kurang efisien dan cenderung memakan lebih banyak
tenaga, upaya dan biaya.

Cara kerja :

Seorang pawang hujan terlatih dan memiliki jam terbang tinggi biasanya
akan menurunkan hujan pada malam hari sebelum hari H dimulai. Hujan
diturunkan pada H-1. Hal ini dimaksudkan agar proses menahan hujan
menjadi lebih ringan pada waktu yang telah ditentukan. Pada malam hari
kondisi udara lebih dingin ( kondensasi lebih memungkinkan), maka
proses penurunan hujan pun relatif lebih mudah. Pada malam hari
aktivitas kehidupan cenderung menurun, sehingga tidak banyak
gangguan dari eksternal ketika ritual proses penurunan hujan dilakukan.

Dasar “Ilmiah” proses menahan hujan / singkir hujan :

Bagaimana mungkin hujan bisa ditahan / dipindahkan ? Pertanyaan ini
kerap kali terdengar oleh telinga saya dalam kehidupan sekitar.
Sebenarnya bukan hujan yang ditahan atau disingkirkan melainkan
awan.....(:

Awan adalah sekumpulan uap air hasil evaporasi ( penguapan ), dimana
di dalamnya terdapat muatan elektron. Nah muatan elektron inilah yang
dimanfaatkan oleh praktisi pawang hujan untuk dimanipulasi, tentu
dengan treatment2 tertentu.

Mereka yang memiliki tenaga dalam / bioenergi cukup besar dalam
dirinya tentu dengan cara cara tertentu bisa mempengaruhi medan
magnetik benda lainnya (telekinesis, dsb ), termasuk awan.

Untuk itulah dengan memainkan medan magnetik, praktisi dapat
mendorong, memindahkan, menahan, bahkan menurunkan / menyedot
(menjadi hujan) atau sekedar mendatangkan awan dari daerah lain (
menjadi mendung / teduh ).

So hal itu bukanlah hal yang aneh, melainkan sangat-sangat ilmiah ....
Terkadang jauh lebih sulit mengumpulkan awan dan membuat hujan
pada suatu lokasi di musim kering ketimbang menahan hujan pada
sebuah kota hujan. Namun demikian hal ini kembali lagi kepada skill set
masing – masing praktisi.



Beberapa cara yang biasa digunakan pawang hujan :

Selain tenaga dalam, cara lain untuk menahan awan adalah dengan
tenaga batin. Tenaga batin diperoleh melalui kekuatan doa / wiridan atau
rapalan mantera. Hal itu bisa diperkuat lagi dengan berbagai ritual dan
lelaku prihatin seperti puasa, mutih, ngableng, pati geni, nglowong, etc.
Begitu banyak versi doa doa khusus yang memiliki manfaat menahan
atau mendatangkan awan.

Ada juga keilmuan khusus penahan hujan yang mensyaratkan pelakunya
tidak mandi seumur hidupnya (:..... dan konon apabila tubuh
sang pelaku terkena butiran hujan mampu menimbulkan rasa sakit
disekujur tubuh bahkan kulit melepuh......wallohualam.

Selain itu, ada beberapa keilmuan lain yang bisa digunakan untuk
mendukung kinerja pawang hujan, contohnya ilmu waringin sungsang yang
mampu mendatangkan kekuatan angin nan dasyat. Biasanya yang
dipakai adalah ilmu yang berbasis elemen angin, sehingga bisa untuk
mengundang / menghalau angin, awan bahkan kabut.

Metode terakhir yang paling umum digunakan disamping banyak metode
lain adalah penggunaan khodam / jin. Beberapa jenis khodam / jin tertentu
layaknya manusia memiliki keterampilan khusus dalam mengumpulkan
dan menyingkirkan awan. Walaupun demikian, secara umum khodam
apapun pada dasarnya bisa diminta tolong untuk membantu urusan
hujan, yang membedakan adalah efektivitas dan cara kerja saja.
Penggunaan khodam / jin bisanya diikuti dengan penggunaan bakaran /
ubo rampe / minyak untuk mendukung stabilitas kerja si khodam. Ibarat
buruh yang sedang bekerja tentu akan bersemangat bila disampingnya
tersedia banyak makanan bukan ? (:

Penggunaan khodam termasuk pula pemanfaatan beraneka ragam pusaka
dan jimat yang memiliki tuah khusus penahan hujan.
Jimat penahan ujan tersedia dari cara yang sangat simple sampai yang
sedikit unik dan bersifat mahal. Dari sekedar bermodalkan sapu lidi yang
didirikan menantang langit, lidi dengan kombinasi bawang dan cabai,
modifikasi lidi dengan karet, sampai kepada kepercayaan melempar
celana dalam ke atas genting (: ( awas genteng jadi bauk
terasi ).

Jimat bersifat mahal adalah media yang dibeli dengan ritual yang
menuntut ubo rampe tertentu. Semakin mahal jimat tersebut maka
biasanya makin praktis dalam penggunaan, terkadang dengan hanya
melepar pusaka tertentu ke tanah pada suatu lokasi target maka seketika
awan yang berkumpul hilang. ( Pusaka tersebut bekerja sesuai daya
linuwih kebatinan dan kekuatan khodam yang ada di dalamnya).
Pawang hujan yang menguasai tiga atau lebih metode secara probabilitas
memiliki chance keberhasilan lebih besar. Sebab manakala satu metode
gagal / kalah, maka ia masih dapat mengandalkan metode lainnya as
alternatif. (:

Hal – Hal Teknis yang dilakukan Pawang Hujan.

Awan adalah segalanya, pawang akan berusaha keras memecah awan
dan mencegah berkumpulnya awan di atas lokasi target. Langit bersih
bebas awan adalah kebahagiaan utama seorang pawang (: 

Ancaman terbesar adalah awan gelap berpotensi hujan yang berada
diatas lokasi, ditambah minimnya hembusan angin. Hal ini membutuhkan
semakin banyak energi untuk mendorong awan tersebut.

Apabila ada awan gelap datang mendekat, pawang akan berusaha
menggesernya ke arah lain dengan sudut seefektif mungkin. Biasanya
digeser ke kiri atau kanan, menghalau awan bertentangan langsung
dengan arah datangnya angin adalah cara terbaik untuk bunuh diri (: 

Apabila poin 3 karena satu dan lain hal tidak bisa dilakukan, misalnya
tidak keburu / ada pawang lain di daerah kiri / kanan dengan kekuatan
yang lebih besar. Maka cara satu satunya adalah menahan awan tersebut
agar melewati lokasi target. Bila angin berhembus cukup kuat maka
keberuntungan masih berada di pihak sang pawang, sebab proses
menahan tidak berlangsung lama.

Angin berhembus terlalu kencang pun perlu diwaspadai, karena biasanya
hal ini sangat berpotensi menimbulkan rintik – rintik hujan ringan sisa dari
awan atas yang lewat.

Apabila terjadi kondisi terburuk, yakni awan berkumpul banyak di lokasi
dan upaya untuk menggeser tidak mampu dilakukan lagi, dengan
terpaksa pawang harus berupaya menahan awan tersebut selama ia
mampu.

Biasanya hujan halus atau rintik rintik halus terjadi seiring dengan
melemahnya kekuatan sang pawang. Dalam kondisi demikian, bila tidak
segera diatasi maka kelancaran hajat akan terganggu.

Pawang terlatih tidak akan sungkan untuk mengontak rekan – rekan
lainnya, rekan – rekan seperguruan, atau guru atau siapapun yang dapat
menolong untuk menghadapi situasi sulit tersebut. Pada kondisi kritis
seperti itu bantuan pasokan tenaga amat sangatlah berarti. Semakin
banyak awan berkumpul, menyebabkan awan semakin berat – otomatis
menahannya pun akan semakin sulit dan melelahkan.

“ Perang yang terjadi diantara pawang hujan dapat menyebabkan
awan berputar putar dari satu lokasi ke lokasi yang lain di zona yang
sama. Hujan akan terjadi ditempat pawang yang memiliki kekuatan
paling lemah.”

Filosofi pawang hujan :

“Memindahkan awan cenderung lebih berat dari pada menahannya.
Namun demikian untuk long term periode, memindahkan awan lebih
efektif dari pada menahannya.”

Menghentikan hujan deras yang telah turun relatif lebih sulit dari pada
memindahkannya. Hal ini karena uap telah berubah menjadi titik titik air,
sehingga tentu lebih banyak tenaga yang dibutuhkan untuk menahannya.

Seberapa cepat respon time dari treatment seorang pawang ?

Dari beberapa pengalaman penulis di lapangan, hujan dengan intensitas
sedang dapat seketika ( hitungan kurang dari 5 menit) berhenti setelah
dilakukan penanganan oleh pawang. Bahkan hal itu pernah terjadi ketika
pawang berada ratusan kilometer dari target lokasi.

Namun sekali lagi, reaksi sangat ditentukan oleh kualitas skill pawang,
besar energi yang dimiliki serta load awan yang dihadapi.

Beberapa cerita real proses tahan hujan extraordinary di Cimahi :
Malam Jumat

Pengalaman dari Penulis, Setiap malam jumat selalu melaksanakan tawasul dengan rekan" semenjak dari Tahun 2017 Alhamdulillah sampe sekarang. Entah fenomena apa yang terjadi, jika kami berangkat ke rumah rekan (jarak dan lokasi berbeda tiap mlm jumat /tawasulan) Kami selalu berdoa kepada Alloh Yang Maha Kuasa agar pada saat berngkat hujan tidak turun atau menjadi reda.
Namun Yaa ! Alhamdulillah Keajaiban selalu ada. tiap malam jumat berturut" hujan selalu reda atau tidak turun (: (Kebetula kali ya) Tapi kita harus Yakin itulah Maha Kuasa Alloh yang diberikan kepada  HambaNya.

Begitu dasyatnya kerja sama antar pawang hujan di
sebuah lokasi mampu memunculkan fenomena begitu hebat...... bahkan
seolah kekuatan alam pun “tunduk” kepada mereka. Semua itu tentu tidak
lepas dari ridho Tuhan Yang Maha Kuasa,.....manusia hanya bisa
berusaha, Tuhanlah yang menentukan.

Mengapa Bogor mendapat Julukan menjadi Kota Hujan ? what is the reason ?

Landscape Bogor dikelilingi pegunungan, dari mulai gunung hambalang,
pancar – astana – paniisan-wangon, Gede Pangrango sampai salak dan
halimun. Hal ini menyebabkan awan yang datang dari arah pantai ( Utara
– Jakarta ) akan semakin berat ketika telah mencapai daerah Selatan
yang lebih sejuk.

Biasanya awan semakin berat dan berpotensi hujan ketika sampai di
daerah sentul Selatan. Awan terperangkap deretan gunung pancar dan
hambalang. Dari daerah sentul. awan yang memasuki kota bogor akan
cenderung berubah menjadi hujan dikarenakan suhu yang semakin
rendah. Hal ini tidak mengherankan karena Bogor termasuk kota yang
berada di dataran tinggi.

Awan cenderung sulit untuk melewati gunung – gunung di sekitar bogor,
itu karena kondisi awan yang sangat banyak mengandung uap air ( berat )
maka awan terbang rendah hingga tidak mampu melintasi pegunungan.

Dengan kondisi geografis dan iklim sejuk tersebutlah Bogor menjadi
sebuah kota hujan, kota dengan sejuta sambaran kilat dan petir...(: 

The end....

Salam Hujan (: 

Untuk Konsultasi, Pagaran Ghoib Diri, Rumah, Kantor dll. Kena Santet, Pelet, Menetralisir Rumah, Kantor, Pabrik dll Pengobatan medis maupun non medis dan Pelatihan Contact Person :

SMS/WA Sekretariat Ruqyah   : 

Ustad Amir         : 0823-1843-7972
Ki Sastra             : 0895-4226-63338
Kang Rizal          : 0838-2943-9796
Kang Heri           : 0819-1555-9389
Kang Deni           : 0857-4974-8189
Kang Saripudin   : 0812-9758-5998

Tidak ada komentar:

Posting Komentar