Kamis, 16 Januari 2020

Pelet


PELET


Pelet ?? Gimana Cara
Kerjanya

Pelet...pelet pelet....sebuah kata yang sangat akrab di tengah kehidupan
masyarakat Indonesia. Tulisan ini dibuat sesuai request salah seorang
klien kami, semoga bermanfaat bagi pembaca semua. Bagi para senior,
sesepuh, guru besar mohon masukan dan advicenya terhadap artikel
kami...terima kasih

Pelet adalah sebuah gabungan 5 huruf yang mengacu kepada sebuah
perbuatan yang bertujuan untuk memunculkan rasa kasih sayang / cinta
terhadap seseorang.

Sebenarnya disamping pelet ada yang dinamakan pengasihan.
Pengasihan / mahabah mirip dengan pelet namun dengan cara yang lebih
halus dan bertahap. Pengasihan juga lebih luas aplikasinya, tidak terbatas
kepada cinta saja, namun banyak diterapkan dalam dunia kerja atara
atasan dan bawahan, agar dicintai teman teman sekantor,...dalam dunia
bisnis agar disayangi klien dan customer, dalam usaha rumah makan
misalnya agar pelanggan datang makin banyak dan tetap setia.

Apabila diarahkan kepada target spesifik, pengasihan tidak merubah
serta merta seseorang dari benci menjadi cinta. Bila ada perubahan
seperti itu, biasanya dilakukan dengan media pelet. Kendati memerlukan
waktu lebih lama dari pelet, namun efek yang ditimbulkan pengasihan
akan cenderung lebih sulit dinetralisir dari pada pelet itu sendiri. Artinya
ketika seseorang secara perlahan menjadi jatuh cinta kepada orang lain (
diguna guna dengan pengasihan ), maka biasanya perasaan itu lambat
laun menjadi rasa cinta yang mendalam. Sedangkan pelet, ketika pelet itu
berhasil diatasi ( dicabut ), maka sekonyong – konyong segala perasaan
dan “cinta buta” akan sirna dan target kembali ke perasaan awal sebelum
ada pengaruh pelet. Ibarat kata, pelet yang sangat kuat bisa saja merubah
benci menjadi cinta ( atau kebalikannya ) dalam hitungan 1 – 3 hari.

Sesuai topik awal, pembahasan selanjutnya akan lebih difokuskan kepada 
pelet saja.

Berbagai metode pelet :

Terlepas dari ratusan jenis pelet dengan nama yang beranegaragam di
Nusantara. Ada pola umum dan kemiripan yang dapat kita bagi menjadi
kriteria tertentu. Sepanjang pengamatan penulis selama ini, pelet identik
dengan aplikasi kemampuan batin, dari mulai penggunaan mantera
sederhana, sampai kepada penggunaan hodam atau jenis jin untuk
menjamin keberhasilan proses.
Penggunaan tenaga dalam biasanya hanya sebatas kepada pembukaan
aura positif, sehingga tampak menarik terhadap lawan jenis. Namun
proses lainnya identik dengan usaha batin ketimbang tenaga dalam.

Kekuatan pelet seperti ilmu ilmu lainnya memiliki prinsip dasar yang
sama, yakni makin berat ritual yang dilakukan ( makin sulit ) maka efek
yang ditimbulkan akan lebih cepat dan kuat ( dasyat ). Untuk beberapa
jenis pelet ganas, apabila target tidak segera bertemu dengan orang yang
memelet maka bisa menyebabkan kegilaan dan hilangnya pikiran
waras...... ( duhhh tega teganya...) ..

Pelet ganas juga cenderung sulit diatasi dan memerlukan usaha ekstra
dalam pengobatannya. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan
efek permanen dalam gangguan jiwa yang pada akhirnya menjadi sebuah
penyakit “ alami” yang memerlukan bantuan tenaga profesional seperti
psikolog dan psikiater.

Maka itu jangan main main dengan dunia pelet, karena akan membawa
efek besar terhadap nasib orang lain. Ada karma dan azab besar kepada
mereka yang mempermainkan hal ini.

Pelet berdasarkan media :

Pada dasarnya setiap media bisa saja dijadikan perantara untuk
memelet target. Media yang telah diberi mantera apabila
berinteraksi dengan target maka otomatis teraktivasi (: kaya
kartu kredit aja )....

Media yang biasa dipakai oleh target menjadi sarana yang sangat
mumpuni dalam pelet memelet.....

1. Asap rokok : Dengan rapalan tertentu, asap rokok yang terhirup
/ tercium target dapat menjadi perantara masuknya pelet
2. Minuman : apa pun jenisnya...... dari mulai air putih, minuman
soda sampai sirop atau jus (: asal jgn air keras aja
om)
3. Makanan : apa pun jenisnya,.....

So kepada bro and ses,..terutama pembaca wanita,..lebih waspada
dalam menerima pemberikan makanan / minuman terutama dari
orang yang baru dikenal. Kita tak pernah tau maksud sebenarnya
dari pemberian tersebut.




Media yang biasa dipakai target :

1. Ballpoint / pulpen
2. Jam tangan...( hehe wah mau nyolong pa melet (: )
3. Sisir... kl dapet sekalian rambutnya lebih bagus lagi
4. Pakaian,..termasuk CD etc (:
5. Sendal
6. Jepit rambut..
7. Maaf... pembalut wanita bekas pakai... ( Awas hati" Kena Azab loh )
Media wajib nya adalah foto dan nama lengkap serta nama
ayah target. Tanggal lahir dan alamat kerap digunakan jg agar
mantera tidak salah sasaran (:




Ada jenis pelet tertentu yang bahkan cukup mengoleskan sebuah
media,..bisa berupa pusaka / jimat tertentu / jenis batu tertentu
kepada sendal target... dan ketika dikenakan oleh target maka
pengaruh akan langsung bekerja.
Media minyak juga kerap dipakai sebagai sarana penghantar pelet.
Melalui jabat tangan atau sentuhan yang telah diberi minyak
khusus maka pengaruh dapat masuk.

Ciri – ciri seseorang yang terkena Pelet :
1. Seketika terbayang bayang wajah seseorang, yang biasanya
tidak pernah / jarang terpikirkan
2. Gelisah / hati tidak tenang..... ( bukan kebanyak utang ya guys )
3. Cemas dan ingin bertemu dengan seseorang
4. Perasaan was was yang tidak lazim dan teringat terus akan
seseorang
5. Sangat senang berada dekat dengan seseorang yang biasanya
tidak demikian
6. Sulit menerima pendapat orang lain ( mencari pembenaran
sendiri )
7. Tidak mampu melawan pikiran sendiri ( walaupun telah tau
dipelet )
8. Tidak terlalu mampu menjelaskan alasan mencintai orang yang
memeletnya....( walau cinta sejati jg tidak memerlukan alasan
seh...)
9. Tergila gila dan rela melakukan apapun yang dminta sang
kekasih
10. Sulit dalam pengambilan keputusan, cenderung untuk selalu
ingin menyenangkan sang pacar..... ( hmmmmm pengeretan
deh )
11. Apapun untuk sang pacar,..walau harus bertengar dengan
keluarga dan orang orang terdekat, bahkan rela putus hubungan
dan meninggalkan sanak family
12. Bertingkah tidak wajar seperti biasanya, seolah mengawang
ngawang
13. Tatapan mata cenderung kosong dan seperti tidak memiliki
jiwa / kekuatan
14. Pribadi menjadi lemah dan mengikuti keinginan sang pacar
15. Malas untuk beribadah / berdoa

Bagaimana cara kerja pelet ?

Mantera yang diucapkan berulang kali dapat memberikan sebuah
kekuatan sugesti. Kekuatan inilah yang dimasukan ke berbagai
media sebagai perantara pelet. Sugesti tersebut tentu saja
disesuaikan dengan keinginan klien dari sang ahli pelet.
Sugesti yang dibarengi ritual rahasia / lelaku batin seperti puasa
akan semakin kuat daya kerjanya.

Ketika media yang telah diisi sugesti berinteraksi / bersentuhan
secara fisik dengan target, maka kekuatan tersebut akan langsung
bekerja. Sugesti akan merasuk melalui aura tubuh dan sistem
peredaran bio energi untuk selanjutnya menuju pikiran. Ketika
pikiran telah merasuk, maka lambat laun akan masuk ke hati / jiwa
yang terdalam. Bila telah sampai ditahap ini, maka kekuatan pelet
akan makin sulit dihilangkan, karena telah meresap masuk ke batin
seseorang.

Sugesti yang masuk ke pikiran seseorang akan bekerja melalui
pintu ketidaksadaran ( unconscious ). Sugesti yang telah
bersemayam di diri korban akan terus dimonitor dan diperkuat dari
jarak jauh (maupun dekat) oleh sang pelaku pelet. Ibarat chip yang
telah tertanam, maka sang dukun tinggal memainkan saja remote
control dari jauh sesuka hatinya.
Tentu untuk tahap awal, pelaku pelet akan bekerja keras
menanamkan chip pelet sebanyak dan sekuat mungkin ke dalam
pikiran korban.

Selain ke hati, dari ketidaksadaran, sugesti akan naik ke pikiran
sadar ( consciousness ), lalu ke sikap ( attitude ) dan akhirnya ke
perilaku ( behaviour ). Inilah jahatnya pelet, bila telah sampai
kepada perilaku maka jelas pengaruhnya telah signifikan dan
nyata terlihat oleh orang orang di sekeliling korban.

Perubahan perilaku korban sering tidak dirasakan dirinya namun
sangat jelas terlihat oleh orang di lingkungan sekitar, terutama
yang mengenal baik sang korban.
Ibarat sesulit menghentikan kebiasaan merokok dari sang pecandu
tembakau, begitu pula menyadarkan orang yang telah terkena
pelet. Sugesti yang telah merasuk jauh ke relung hati serta
dalamnya ketidaksadaran akan memerlukan usaha serius dalam
pembersihan dan pengobatannya.

Itu baru dari efek mantera saja, sedangkan sugesti dapat juga
diprogram oleh khodam suruhan sang pelaku pelet. khodam akan
terus menerus membisikan dan menggetarkan kata hati sang
korban sesuai arahan dan keinginan sang dukun. Siang dan malam
khodam dapat terus mengontrol dan mengakses ketidaksadaran
seseorang. Hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi perilaku
sadar korban, yang lama kelamaan menjadi semakin nyata.

Ketika korban tidur, khodam leluasa masuk dan bermain main di
alam bawah sadar untuk melancarkan aksinya. Seringkali sugesti
muncul dalam simbol mimpi-mimpi korban yang kalau
diterjemahkan secara psikologis hal itu mengandung makna
tertentu. Tidur adalah saat yang ditunggu tunggu khodam maupun
sang dukun karena saat itulah momen terbaik melancarkan
serangan.

Ketika tidur gelombang pikiran masuk ke jenis delta, dan
pertahanan mental akan menurun. Ini karena metabolisme tubuh
fisik juga menurun karena sibuk memperbaiki sel sel yang rusak.

Ahli pelet profesional tentu akan menggabungkan teknik mantera
dan penggunaan hodam kelas atas untuk menjamin keberhasilan
usahanya. Semakin ahli sang hodam di bidang pelet ( hodam jg
memiliki keterampilan tertentu layaknya manusia ), tentu efek yang
terjadi akan semakin signifikan.

Pelet tidak mengenal waktu, ada pasien yang terkena pelet selama
bertahun tahun, atau bahkan seumur hidup.

Namun demikian biasanya pengaruh pelet akan cenderung
berkurang apabila kekuatan sugesti tidak terus diberikan oleh sang
pembuatnya.

Dosis berlebihan yang diberikan sang dukun tanpa
mempertimbangkan kekuatan metal target dapat berefek fatal.
Bisa saja sang pasien menjadi tergila gila dan akhirnya gila
beneran. Kalau sudah sampai merusak sel sel otak secara organik,
maka penyembuhan akan sangat sulit dan tentu memerlukan
bantuan medis. Kesembuhan total jg sulit terjadi bila telah sampai
tahap demikian. Ibarat komponen elektronik dimana kabel kabel
yang telah putus dan terbakar, maka koneksi akan sulit dibuat
kembali.

Preventif dan Pengobatan dari pengaruh Pelet :

1. Ucapkanlah doa sebelum makan dan minum, seperti yang
diajarkan semua orangtua kepada anak anaknya sejak kecil.
2. Lebih berhati – hati dalam menyimpan benda – benda yang
bersifat pribadi.
3. Waspada ditingkatkan apabila ada orang yang terindikasi
menaruh perasaan kepada kita
4. Amati dan jaga jarak dengan orang yang menaruh perasaan
dan harapan kepada kita, pelajari latar belakang dan
kemungkinan ybs mempergunakan ilmu pelet.
5. Jangan gampang percaya kepada orang. Kepercayaan adalah
sesuatu yang sangat sulit diperoleh dan dipertahankan.
6. Waspada perubahan yang terjadi di sekitar tempat kerja /
tempat tinggal terutama di malam hari. Biasanya ada tanda –
tanda yang menyertai serangan pelet. Misalnya ada suara pasir
jatuh di plafon kamar,..suara aktivitas manusia padahal tidak
ada orang lain, penampakan sekilas sekelebat bayangan yang
biasanya tidak ada. Merasa di awasi ketika menjelang tidur,
dsb.
7. Waspada apabila mencium aroma atau wangi wangian yang
terkesan agak menyengat. Wewangian yang ditebarkan di areal
yang dilewati atau dari seseorang bisa menjadi media ampuh
penyebaran pelet.
8. Perkuat dinding pertahanan batin dengan memperbanyak
aktivitas sembahyang dan doa / wirid. Dekatkan diri dengan
Tuhan untuk meminta perlindunganNya.
9. Sugestikan diri untuk aman dari segala serangan gaib sebelum
meninggalkan rumah dan menjelang tidur.
10. Lakukan yoga / senam pernafasan secara teratur dan olah raga
untuk memperkuat dinding aura.

Pengobatan :
Basically, pengobatan serangan batin apapun pada prinsipnya
tetaplah sama. Juru sembuh harus mencabut energi negatif /
kekuatan pelet tersebut dari tubuh sang pasien. Mencabut energi
negatif bisa melalui berbagai metode, baik tenaga dalam maupun
batin melalui media air minum atau dimandikan.

Setelah dibersihkan tentu disupport dengan kekuatan positif agar
mental pasien dapat recovery dengan segera ke kondisi awal. Bagi
serangan batin yang melibatkan penggunaan pasukan khodam atau
jin, tentu juru sembuh juga harus menyingkirkan / menaklukan
khodam tersebut.

Makin tinggi level spiritual dan kuat energi serangan sang pembuat
pelet, maka makin sulitlah penanganannya. Dibutuhkan juru
sembuh yang memiliki tingkatan batin minimal sama atau lebih
tinggi (kekuatan seimbang) dalam pengobatannya.
Biasanya bila penyembuhan dilakukan oleh tingkatan dibawahnya,
maka kesembuhan akan lama dan tidak 100 % bisa normal
kembali, karena efek energi jahat tidak tercabut dengan sempurna.

Untuk beberapa kasus, terkadang ada penyembuh yang
memergunakan berbagai media yang terkesan “aneh” dan tidak
lazim.... seperti berendam di air kubangan bekas mandi
kerbau,..menggunakan tumbuhan dan akar tertentu, atau minum
darah ayam hitam dll.

Bagi penulis cara- cara apa pun sebenarnya sah sah saja, yang
terkadang sebuah cara penyembuhan didapatkan dari hasil
meditasi dan perenungan (semedi) / ilafat. Namun demikian
sebaiknya hal tersebut tidak memberatkan pasien dan
keluarganya. Pada akhirnya semua penyembuhan akan berpulang
kepada sang juru sembuh, apakah dengan tulus atau ada motif lain
dibelakangnya.

Untuk Konsultasi, Pagaran Ghoib Diri, Rumah, Kantor dll. Kena Santet, Pelet, Menetralisir Rumah, Kantor, Pabrik dll Pengobatan medis maupun non medis dan Pelatihan Contact Person :
SMS/WA :
Sekretariat Ruqyah    :  Ustad Amir         : 0823-1843-7972
                                      Ki Sastra             : 0895-4226-63338
                                      Kang Rizal          : 0838-2943-9796
                                      Kang Heri           : 0819-1555-9389
                                      Kang Deni           : 0857-4974-8189
                                      Kang Saripudin   : 0812-9758-5998


Tidak ada komentar:

Posting Komentar