TENAGA DALAM VS
TENAGA BATIN
Mana yang lebih unggul ?
Tulisan ini dibuat sesuai permintaan salah satu Saudara kami Santri dari Sindangkerta Gunung Halu & Saudara Kami Kadus dari Ds. Ranca Kalong Sumedang, mudah"an ulasan singkat wawasan ini menjadi bahan dasar kita dalam memahami ilmu.
Judul tulisan di atas sering kali penulis temui dalam praktek keseharian
sebagai pemerhati sekaligus praktisi batin. Selama kurang lebih 30 tahun
berkutat dan berkecimpung menangani berbagai persoalan gaib, kiranya
pertanyaan tersebut masih tetap menarik untuk dijawab.
Saya akan coba kupas jawaban pertanyaan tersebut sesederhana
mungkin, sehingga bagi para pembaca awam maupun mereka yang baru
memasuki “indahnya” dimensi gaib bisa mengerti dan berakhir kepada
minat yang lebih kuat untuk menekuni bidang ini. Nantinya diharapkan
bidang gaib turut menunjang tingkat pemahaman dan kualitas spiritual
seseorang yang akan mengantarkan kepada jalan kebenaran dan
berperan menegakan keadilan, Aamiin Yaa Alloh Yaa Robbal 'aalamin...!!!
Tenaga Dalam adalah sebuah tenaga / kekuatan yang timbul dari dalam
diri seseorang sebagai akibat dari latihan tertentu dimana biasanya lebih
dominan dengan penempaan fisik.
Tenaga Batin adalah sebuah tenaga / kekuatan yang timbul dari hati /
perasaan / jiwa seseorang sebagai akibat dari latihan / tirakat tertentu
dan erat berkaitan dengan spiritualitas.
Baik tenaga dalam maupun batin tentu saja bisa diberikan oleh seorang
praktisi kepada orang lain. Sehingga di kenal istilah pasif dan aktif.
Mereka yang aktif adalah individu yang dapat meningkatkan kualitas
mapun kuantitas sebuah tenaga. Sedangkan pasif merujuk orang – orang
yang hanya mengerti bagaimana power dapat digunakan namun tidak
paham menambah kekuatan tersebut. Termasuk golongan pasif juga
adalah mereka yang bahkan memiliki kekuatan namun tidak paham
bagaimana menggunakannya ( sekedar memiliki ajimat, pusaka, titipan,
isian badan saja).
Berikut perbandingan sederhana dari tenaga dalam dan batin :
Tenaga Dalam Tenaga Batin
1. Sifat kasar 1. Lebih lembut dan halus
2. Getaran lebih terasa 2. Fibrasi getaran lembut
3. Tingkatan berdasarkan warna 3. Warna putih atau gelap
4. Lebih panas / hangat dirasakan 4. Hawa seperti air suam
suam kuku
5. Pengolahan dari pernafasan, disiplin 5. Wirid, doa, puasa, tirakat
batin, Fisik, bela diri – kanuragan Meditasi - Alhikmah
6. Sangat baik untuk aplikasi kesehatan 6. Untuk ketenangan jiwa,
Stabilitas mental, Emosi,
Perasaan.
7. Kuat lemah tenaga sangat dipengaruhi 7. Kuat lemah tergantung
Keadaan fisik kebersihan hati
8. Kadang terasa aliran listrik saat sirkulasi 8. Terasa lebih ke lingkup
perasaan hati
Berdasarkan pengalaman saya ketika berguru ke berbagai orang sakti,
ternyata jarang dari mereka yang menguasai keunggulan di kedua bidang
tersebut. Kebanyakan mereka hanya mengolah tenaga batin dan
cenderung “melupakan” tenaga dalam. Padahal tenaga dalam merupakan
pondasi yang amat penting ketika orang hendak masuk dunia gaib.
Spiritualitas yang tinggi tanpa didukung prana yang kokoh ibarat
mendirikan istana megah di atas pondasi tanah pasir. Sebaliknya bagi
mereka yang tetap tekun mengolah kedua bidang tersebut ( bahkan
menggabungkannya ), niscaya akan menjadi praktisi handal yang
mumpuni di jalurnya.
Tidaklah mengherankan dan berlebihan, ketika ada seorang murid yang
akan belajar sebuah ilmu kepada guru sakti, maka sang guru akan
menggembleng latihan olah fisik, jurus dan bahkan pernafasan terlebih
dahulu. Lewat latihan – latihan tersebut secara disiplin dan serius
diharapkan telah muncul kekuatan konsentrasi, ketahanan mental,
kesungguhan hati dan kemauan berusaha. Keempat aspek tersebut
merupakan basic element yang harus dimiliki semua praktisi batin.
Pada tahap lanjutan, maka kepekaan indera batin ( indera keenam )
diharapkan telah berkembang sesuai dengan bakat alami dan
kemampuan belajar si murid. Hal inilah yang nantinya akan menjadi
modal dasar dalam dunia batin, yakni feeling jernih dan kuat laksana
sebilah pedang baja nan perkasa. Latihan rutin akan menajamkan mata
hati ( perasaan ) seperti sang empu pedang mengasah senjata.
Akhir kata, sampai hari ini saya tetap berkesimpulan bahwa tenaga dalam
dan tenaga batin sama kuatnya. Aplikasinya pun dapat sangat bervariasi
dengan cara yang berbeda – beda. Sebuah tujuan dapat dicapai baik
menggunakan tenaga dalam maupun batin. Kedua tenaga tersebut dapat
digunakan untuk pagar badan / tempat, isian badan atau benda,
pengusiran gaib, tameng diri dan tentu saja penyerangan.
Demikian ulasan singkat dari saya, mohon maaf bila ada kekurangan
karena keterbatasan pemahaman. Mohon petunjuk dari rekan – rekan
senior bila berkenan demi kemajuan bersama.
Rahayu
Riswan Daniang Wali
Untuk Konsultasi, Kena Santet, Pelet, Menetralisir Rumah, Kantor, Pabrik dll Pengobatan medis maupun non medis dan Pelatihan Contact Person :
SMS/WA :
Sekretariat Ruqyah : Ustad Amir : 0823-1843-7972
Ki Sastra : 0895-4226-63338
Kang Rizal : 0838-2943-9796
Kang Heri : 0819-1555-9389
Kang Deni : 0857-4974-8189
Kang Saripudin : 0812-9758-5998
Sekretariat Ruqyah : Ustad Amir : 0823-1843-7972
Ki Sastra : 0895-4226-63338
Kang Rizal : 0838-2943-9796
Kang Heri : 0819-1555-9389
Kang Deni : 0857-4974-8189
Kang Saripudin : 0812-9758-5998



Tidak ada komentar:
Posting Komentar